Lailatul Aisyah Siap Jadi Pemain Inti

Lailatul Aisyah gembira bisa membawa Petrokimia Gresik menjadi juara Sampoerna Hijau Livoli Divisi Satu.

-- Laila dalam seragam Timnas Junior --

"Senangnya bisa jadi juara," ucapnya. Petrokimia memang identik dengan sebutan spesialis finalis. Bahkan dalam kejuaraan antarklub daerah Jawa Timur mereka gagal menjadi juara setelah ditaklukkan Bina Bola Voli Banyuwangi.

"Mudah-mudahan ini memicu kami untuk lebih berprestasi," kata Aming, sapaan karibnya.

"Saya dipanggil Aming karena dulu kurus sekali. Sekarang badan saya lebih berisi karena latihan beban," akunya. Panggilan Aming diambil dari aktor komedian layar televisi.

Bergabung dengan Petro dua tahun lalu setelah mengikuti saran guru olahraganya ketika duduk di bangku kelas dua SMP, ia kini menjadi bagian dari regenerasi pasukan muda Petrokimia.

"Pelatih pertama saya adalah Pak Suyanto," katanya mengenang saat pertama kali bergabung dengan Petrokimia.

Aming kini terjaring dalam skuad tim nasional junior Indonesia bersama rekannya, Novia Indriyanti.

"Saya ingin dikenal sebagai pemain yang bagus dan bertanding di SEA Games," harapnya.

Aming memang harus berkorban untuk mencapai cita-cita. Kesibukan membela Petrokimia dan bergabung dengan pelatnas membuatnya mengorbankan pendidikan.

Tahun ini saja ia sudah lima bulan tak menginjak sekolahnya di bangku kelas dua SMA Negeri Manyar Gresik.

"Saya bahkan belum tahu kelasnya sebelah mana," katanya sambil tersenyum.

Tahun depan, ia bertekad lebih serius dalam sekolah. "Tahun depan saya ujian nasional, harus lebih berkonsentrasi," katanya.

Ajang berikut bagi Laila adalah mengikuti Proliga bulan depan. Musim lalu, ia sempat turun menggantikan posisi Dini Indah Sari. Kini seniornya tersebut tak lagi bersama Petrokimia. Siapkah Lailatul Aisyah menjadi pemain utama?

"Saya siap jika memang dipercaya jadi pemain inti," tegasnya. (erpe)

DATA DIRI
-----------------------
Nama: Lailatul Aisyah
Panggilan : Laila, Aming
Lahir : Gresik, 30 Maret 1992
Tinggi/Berat : 175 cm/65 kg
Orangtua : Mulyono - Sunarni
Anak ke : 4 dari 5 bersaudara

Sopian

Berkat penampilan apiknya bersama Jakarta BNI Taplus di Sampoerna Hijau Voli Proliga 2008, Sopian dipanggil untuk memperkuat tim nasional senior voli Indonesia dalam kualifikasi Olimpiade 2008 Beijing. Masuk timnas voli senior merupakan impian Fian.

Oleh Bogi dan Pippin


Keputusan Sopian memperkuat Jakarta BNI Taplus di Sampoerna Hijau Voli Proliga 2008 berbuah manis. Berkat penampilan apiknya, Dia dipanggil untuk memperkuat tim nasional voli Indonesia dalam kualifikasi Olimpiade 2008 Beijing di Portugal 30 Mei hingga 1 Juni 2008. Hal inilah yang didambakan Sopian selama ini. "Saya sudah beberapa kali gabung di timnas yunior, tapi kalau yang senior baru kali ini", tutur pria kelahiran Bandar Selamet Satu, 5 Agustus 1985, yang mengaku bermimpi bisa memperkuat timnas voli senior.

Sebenarnya, Fian sudah dipanggil untuk memperkuat timnas voli Indonesia, tapi untuk yunior. Terhitung, putra dari pasangan Untung dan Semi ini dua kali memperkuat timnas yunior voli Indonesia. Yakni di Hongkong pada 2003 dan Qatar 2004. Prestasi inilah yang membuat klub Surabaya Samator berniat merekrut Pian pada 2007. Sayang, PBVSI Sumut tak memberikan izin. Sebab, jika pemain yang berposisi open spiker ini bergabung dengan Samator, maka Fian bakal memperkuat Jawa Timur untuk kejuaraan yang bersifat nasional ini.

Fian, begitu Sopian biasa disapa, sudah mengenal voli sejak kecil. Namun, dia baru-baru benar serius menekuni olahraga yang dimainkan enam orang ini sejak duduk di kelas dua sekolah menengah atas. Demi bermain voli di klub BPN, dia harus hijrah ke Kota Medan, Sumatra Utara. Sebelumnya sejak duduk di sekolah dasar sampai kelas satu SMA, ia menempuh pendidikan di kampung halamannya di Kabupaten Labuan Batu, sekitar enam hingga tujuh jam dari Kota Medan.

Kini,agar dia tetap dapat selalu memperkuat timnas voli senior, Fian berusaha berlatih seoptimal mungkin. Ya, setidaknya itu yang harus dilakukan bungsu dari empat bersaudara ini. Mantan tosser timnas yang juga rekan Fian di Jakarta BNI Taplus Loudry Maspaitella menilai secara teknik yuniornya itu sudah bagus. "Tapi, dia belum bisa bermain taktis seperti bagaimana mematikan tim lawan dengan tidak harus smas keras," begitu penilaian Loudry yang diingat oleh volimania saat final four Proliga 2008 di Bandung, Jawa Barat, April silam. Selain berlatih keras, Fian selalu menyerahkan semuanya kepada yang di Atas.

Biodata

Biodata

Nama : Sopian

Panggilan : Fian

TTL : Bandar Selamet Satu, 05 Agustus 1985

Ayah/Ibu : Untung/Semi

Anak ke : 4 dari 4 bersaudara

Posisi : Open Spike

Tinggi : 190 cm

Berat : 83 kg

Smas : 325 cm

Blok : 310 cm

Prestasi : - Runner Up Proliga 2008 bersama Jakarta BNI Taplus
- Juara 3 Kerjurnas Pra-PON 2007
- 2003 Bergabung di club BPN, Medan
- 2003 POPNas di Makasar
- 2003 Masuk TImnas Junior ke Hongkong
- 2004 Masuk Timnas Junior ke Qatar
- 2006 Proliga tergabung di PLN

Hobi : Bola Voli dan Berenang
Buku : Komik
Makanan : Sop Buntut
Film : action
Musik : Ungu
Pemain Idola : David Beckham

Koko Prasetyo Santai ala Atlet Voli Pantai

Peraih medali emas Asian Beach Games 2008 di Bali, Koko Prasetyo, punya kebiasaan bersantai yang beda dengan umumnya orang. Untuk melepas penat, ia justru bermain voli dalam ruangan.

-- Koko Prasetyo ketika membela Jakarta Sananta --

photo by : Teh Rina

”Mengikuti kejuaraan nasional antarklub divisi satu itu refreshing. Saya juga dapat mempertajam kemampuan bervoli,” kata Koko yang memperkuat tim putra Bank Sumsel dalam Kejurnas Voli Antarklub Divisi Satu Sampoerna Hijau Voli Livoli 2008 di Blora, Jawa Tengah, Rabu (10/12).

Kata atlet kelahiran Yogyakarta, 2 Oktober 1981, ini, bermain voli pantai lebih berat sebab ”musuhnya” tak hanya orang, tetapi juga panas, angin, dan pasir.

Ia berharap pemerintah daerah yang mempunyai wilayah pesisir mau mengembangkan voli pantai. Ini dapat dimulai dengan perlombaan voli pantai antardesa.”Kalau lagi tidak ada agenda bertanding, saya siap datang,” kata Koko yang langsung berpamitan menuju Malaysia untuk mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN pada 12-22 Desember ini. (HEN)

Sumber : Kompas

Gunarti Indah Yani, Naik Pangkat Lalu Menikah

Bola voli memang cabang beregu yang mengutamakan kekompakan tim. Namun, saat tim dalam kondisi tertekan, seorang pemain akan menonjolkan kualitas individu. Mungkin ini tidak disadari pemain bersangkutan, tapi publik bisa merasakannya.

-- Gunarti Indah Yani ---

Inilah yang tampak pada diri Gunarti Indah Yani (26). Sosok toser tim putri Gresik Petrokimia ini memang sangat berpengaruh dalam laga seru di GOR Ken Arok, Malang, Sabtu lalu. Indah dkk. menyudahi perlawanan Jakarta Popsivo Polwan, yang bermain cukup ulet.

“Saya sendiri tidak merasa menjadi pemain terpenting karena faktanya semua pemain berjuang habis-habisan,” ujar cewek yang punya hobi berenang ini. Nyatanya pelatih Gresik Petrokimia, Qi Lixia, mengaku memberi peran lebih besar kepada Indah setelah ada pemain kunci yang tampil kurang maksimal.

“Dia pemain yang cukup matang, bisa mengendalikan permainan, dan menenangkan tim saat mulai panik,” imbuh asisten pelatih, Syaiful Bahri. “Selain itu, Indah dihormati pemain lain karena usianya paling tua di tim kami dan juga dikenal paling disiplin. Maklum, didikan tentara,” komentar rekan setim, Dini Indasari.

Target Indah pada Proliga musim ini adalah prestasi tinggi, tak hanya lolos ke final four. Bisa dimengerti sebab Petro hanya mampu menjadi runner-up pada empat edisi Proliga (2002, 2003, 2006, 2007). Gelar juara pun jadi bidikan utama.

”Kini pekerjaan saya juga menyita perhatian lebih, apalagi saya juga harus segera mengakhiri masa lajang. Memburu prestasi seusai menikah agak sulit. Sekaranglah saatnya lebih tinggi,” ujar anggota Kowal Mabes TNI AL di bagian Dinas Perawatan Personel dengan pangkat sersan dua ini.

Gadis mungil, untuk ukuran atlet voli, yang mulai berlatih saat kelas dua SMP itu memang harus berkonsentrasi di pekerjaannya. Apalagi bulan depan ia akan mendapat kenaikan pangkat. Selamat, dong! (idr/sn)

DATA DIRI
--------------------------
Nama Lengkap: Gunarti Indah Yani
Panggilan : Indah
Lahir : Yogyakarta, 7 Februari 1982
Tinggi/berat : 165 cm/55 kg
Pendidikan terakhir : SMU Popkri 2 Yogyakarta
Orangtua : Agus Suroto dan Wahyuni
Anak ke : Sulung dari dua bersaudara
Hobi : Renang
Karier Klub :
PPLP Yogyakarta
Bantul Yuso Tomkins
Gresik Petrokimia

Veleg Ristan : Berusaha Lepas Dari Bayang-Bayang Fadlan

Baru 3 bulan bergabung dengan Samator, Veleg sudah dipercaya menjadi libero tim Jatim dalam Kejuaraan Piala Presiden beberapa waktu yang lalu. Berbekal defend yang bagus, dengan percaya diri Veleg mampu mengemban tugasnya dengan baik sebagai pengganti Fadlan (libero Samator/Jatim sebelumnya yang telah hengkang dari Samator), hingga berhasil berkontribusi membawa Jatim sebagai pemuncak Kejuaraan tersebut.

Bangga, itu yang dirasakan pemuda yang baru saja berulang tahun ke 18 tersebut.

“Ini (Kejuaraan Piala Presiden) adalah kejuaraan paling berkesan bagi saya”, ungkap pemuda yang sangat menggemari nasi telor sambel itu.Lebih lanjut Veleg menyatakan keterkejutannya, “Saya tidak menyangka akan terpilih, karena sampai satu hari sebelum berangkat ke Malang (babak penyisihan Piala Presiden Zona III), mas Fadlan masih ikut latihan. Tapi, begitu pengumuman daftar pemain, ternyata saya yang terpilih”.

Selama ini, Samator dan Jatim identik dengan libero Fadlan yang telah banyak malang melintang di berbagai kejuaraan berskala nasional dan internasional. Veleg sangat menyadari hal tersebut, namun penyuka Valentino Rossi ini tidak lantas rendah diri.

“Jujur, awalnya saya cukup canggung dan grogi ketika pada meeting nama saya disebut sebagai libero, tapi saya percaya diri dan yakin kalau bisa,” tegas pemuda yang hobby billiar ini mantap.

* * *

Sejak kelas 1 SMP, Veleg telah bergabung dengan klub voli di daerah asalnya Pacitan, IVOP. Berawal dari sana, nama Veleg mulai dikenal setelah mengikuti banyak kejuaraan junior dan pelajar. Di kejuaraan junior dan pelajar, pria yang mengisi waktu luangnya dengan browsing internet dan shopping ini kerap bermain di posisi open spiker. Namun, kadang dia juga diminta bermain sebagai libero.

Ada satu cerita lucu yang diungkapkan Veleg mengenai posisinya sebagai libero ini, “Pada Kejurda Jatim di Bangkalan 2006, Pacitan keluar sebagai juara pertama. Lantas, pengurus Jatim minta agar Pacitan mengirimkan 2 pemain”, demikian ungkap Veleg.

Veleg melanjutkan, ”Pacitan mengirimkan 2 orang spiker termasuk saya”.“Nah, ketika datang TC saya bertanya ke Pak Woto, pengurus kala itu, liberonya siapa Pak?”, cerita Veleg.“Ternyata, Pak Woto menjawab, ya kamu itu liberonya”.

“Saya masih terpingkal-pingkal kalau ingat itu”, ucap Veleg seraya tersenyum.

Usai lulus dari SMAnya di Pacitan (Juli 2008), barulah pemuda yang mengidolai David Beckham itu pindah ke Surabaya dan bergabung dengan Samator. Bercita-cita menjadi pemain nasional serta membela Indonesia di kancah internasional, Veleg berupaya sekuat tenaga agar bisa membanggakan keluarganya.

“Dari dulu, saya ingin sekali menjadi pemain Proliga dan pemain nasional, mendapatkan peringkat setinggi-tingginya di setiap kejuaraan yang saya ikuti, pasti bangga rasanya”, tutur pemuda yang menyukai klub asal Italia AC Milan ini.

“Dulu, seringkali saya berkhayal ingin seperti Aris, Joni atau Ayip, tidak menyangka mimpi tersebut terwujud, sekarang saya bisa bermain bersama mereka”, katanya.

Dibalik tempaan fisik yang diperolehnya setiap hari, pemuda yang gemar jalan-jalan ini mempunyai perasaan yang cukup halus.“Saya tidak susah kalau soal makanan, asal ada telur dan sambel, berangkat”, canda Veleg.

“Kalau makan yang enak-enak, apalagi sampai tidak habis, saya akan merasa bersalah dan menyesal”, tutur Veleg lagi.

“Saya teringat orang-orang yang tidak bisa makan, makanya saya tidak pilih-pilih makanan, apa saja saya mau”, lanjutnya.

* * *

Ketika ditanya siapa pemain voli idolanya, Veleg menjawab dengan mantap, “Joni”.“Selain permainannya yang bagus, diluar lapangan pun dia baik dan asyik”, demikian alasan Veleg.

“Walaupun dia senior, dia masih mau memberi nasihat, sehingga saya tidak sungkan untuk curhat sama dia”, ungkap Veleg.

Menyikapi penonton voli yang kerap mengelu-elukannya, Veleg menanggapinya biasa-biasa saja. “Selama kita tidak terlalu jaim dan tahu batas-batasnya, saya yakin para penonton dan penggemar juga memaklumi”, jabar Veleg.

Meskipun tengah berkonsentrasi penuh dengan voli, namun penyuka angka 4 ini tidak melupakan pendidikannya.Mengaku telat mendaftar, namun tahun depan dia berencana masuk kuliah.

“Pendidikan itu penting dan nomor satu. Voli itu, ibarat berjalan hanya menjadi jembatan. Karena untuk bermain voli hanya terbatas sampai usia tertentu, tidak sampai seumur hidup”, tukas Veleg.

Berbicara mengenai type cewek idamannya, Veleg mengaku tidak muluk-muluk. Pria yang tengah dekat dengan salah satu pemain voli juga ini menuturkan, “Saya menyukai cewek yang tinggi, tidak terlalu putih, rambut panjang, imut, dan baik”, ungkap pemain yang pernah didera cedera lutut yang cukup serius hingga harus dioperasi ini.

Kini Veleg tengah sibuk menjalani TC untuk Kejuaraan Junior Asia Tenggara. Kejuaraan tersebut akan dilangsungkan di Jember 9-16 November 2008. (ef)

Curriculum Vitae :

Nama lengkap : Veleg Dhany Ristan Krisnawan

Nama panggilan : Veleg / Dheny

Tempat / Tgl Lahir : 24 Okt 1990

Daerah asal : Kab. Pacitan, Kec. Donorojo

Tinggi / berat : 175 cm / 67 kg

Bapak : A. N. TuminoI

bu : Suprihatin

Anak ke : 4 dr 5 bersaudara

No. Punggung : 4

Pendidikan :

SMPN 1 DONOROJO

SMAN 1 PUNONG PACITAN

Klub :

2003 : IVOP Pacitan

2008 s/d sekarang : SAMATOR Surabaya

Prestasi :

2006 :

Kejuaraan Junior Asia

Juara 1 Kejurda Remaja, Batu Malang

Juara 1 Kejurda Junior, Bangkalan

Juara 2 Piala Gubernur, Surabaya

Juara 2 Kejurnas Junior, Magetan

2007

Juara 4 Kejurda Junior, nganjuk

Juara 1 Piala Gubernur , Surabaya

Juara 1 Kejurnas Junior, Sragen

Juara 1 Popwil, Nusa Tenggara Timur

Juara 1 Popnas, Samarinda

Juara 1 Piala Presiden, Jakarta